
Jakarta — Hubungan dagang Kanada dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas. Kanada resmi memberlakukan tarif balasan terhadap barang-barang asal AS mulai Selasa, 8 September 2026.
Kebijakan tersebut menjadi respons Ottawa terhadap tarif baru yang diberlakukan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk Kanada.
Tarif balasan Kanada mencakup barang AS senilai sekitar US$20 miliar. Tarif yang diterapkan berkisar antara 15%, 25%, hingga 50%.
Langkah ini menandai eskalasi terbaru dalam perselisihan dagang yang telah berlangsung sekitar 18 bulan.
Kanada Terapkan Tarif Balasan Mulai 8 September
Pemerintah Kanada sebelumnya telah mengumumkan kebijakan tarif tersebut pada 25 Agustus 2026.
Tarif mulai berlaku pada pukul 00.01 waktu setempat, 8 September. Pemerintah Kanada menetapkan tarif berdasarkan tingkat tarif AS terhadap produk yang sama.
Kebijakan tersebut disebut sebagai langkah dollar-for-dollar.
Artinya, Kanada berusaha memberikan respons dengan nilai dan tingkat tarif yang sebanding dengan kebijakan AS.
Pemerintah Kanada mengatakan kebijakan tersebut bertujuan melindungi pekerja, produsen, petani, dan perusahaan domestik dari dampak tarif AS.
Produk AS yang Terkena Tarif
Tarif Kanada menyasar berbagai produk asal Amerika Serikat.
Beberapa sektor utama yang terdampak meliputi:
- Baja dan aluminium.
- Produk susu.
- Peralatan rumah tangga.
- Peralatan pertanian.
- Produk pulp dan kertas.
- Elektronik.
- Furnitur.
- Pakaian dan tekstil.
Sebagian produk baja, aluminium, furnitur, serta pakaian dikenakan tarif hingga 50%.
Sementara itu, sejumlah peralatan rumah tangga dan produk susu dikenakan tarif 25%. Beberapa produk elektronik dan peralatan lainnya masuk kelompok tarif 15%.
Mengapa Kanada Membalas Tarif AS?
Perselisihan kembali meningkat setelah negosiasi perdagangan kedua negara mengalami kebuntuan.
Pemerintah Kanada mengatakan AS mengajukan persyaratan baru yang dinilai tidak menguntungkan kepentingan Kanada.
Ottawa kemudian memilih menghentikan negosiasi daripada menerima kesepakatan yang dianggap merugikan pekerja dan dunia usaha Kanada.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney kemudian memutuskan untuk menerapkan tarif balasan.
Pemerintah Kanada menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan respons terhadap kebijakan AS.
Perang Dagang Bisa Mengancam USMCA
Perselisihan Kanada dan AS juga menimbulkan pertanyaan mengenai masa depan USMCA, perjanjian perdagangan bebas yang melibatkan Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Perjanjian tersebut sedang menghadapi proses peninjauan.
Ketegangan tarif membuat dunia usaha semakin sulit memprediksi kondisi perdagangan Amerika Utara ke depan. Ketidakpastian tersebut dapat memengaruhi keputusan investasi dan pertumbuhan ekonomi.
Bagi Kanada, persoalannya cukup serius.
Sekitar 68% ekspor Kanada pada tahun ini dikirim ke AS. Sebagian besar sebelumnya mendapat perlakuan bebas tarif melalui mekanisme USMCA.
Karena itu, hubungan perdagangan dengan Washington memiliki peran sangat besar bagi perekonomian Kanada.
Kanada Siapkan Dana Miliaran Dolar
Pemerintah Kanada tidak hanya menerapkan tarif balasan.
Ottawa juga menyiapkan paket dukungan senilai C$7,5 miliar untuk membantu pekerja dan perusahaan yang terdampak perang dagang.
Dana tersebut mencakup dukungan untuk usaha kecil dan menengah.
Pemerintah juga menyediakan fasilitas likuiditas bagi perusahaan yang menghadapi tekanan arus kas akibat tarif.
Selain itu, terdapat program untuk membantu pekerja yang kehilangan pekerjaan atau membutuhkan pelatihan baru.
Langkah tersebut diambil untuk mengurangi dampak ekonomi dari konflik perdagangan.
AS Lebih Dulu Naikkan Tarif Kanada
Kebijakan Kanada tidak muncul tanpa pemicu.
Pemerintahan Trump sebelumnya memberlakukan tarif 50% terhadap barang Kanada senilai sekitar US$20 miliar. Kebijakan AS tersebut mulai berlaku pada 22 Agustus 2026 setelah negosiasi kedua negara gagal mencapai kesepakatan.
Produk yang terkena kebijakan AS mencakup sejumlah barang seperti anggur, furnitur, produk susu, semen, pakaian, peralatan memancing, dan perlengkapan hoki.
Kanada kemudian memilih membalas dengan tarif yang disesuaikan berdasarkan kebijakan AS.
Dunia Usaha Mulai Khawatir
Eskalasi tarif menimbulkan kekhawatiran terhadap biaya perdagangan.
Perusahaan yang mengandalkan rantai pasok lintas perbatasan dapat menghadapi biaya tambahan.
Kenaikan biaya impor juga dapat diteruskan ke harga barang.
Namun, dampaknya tidak akan sama untuk setiap sektor.
Pemerintah Kanada telah memilih sektor tertentu untuk mendapatkan tarif balasan. Ottawa juga menyiapkan program bantuan bagi perusahaan yang paling terkena dampak.
Belum Ada Negosiasi Baru
Di tengah meningkatnya ketegangan, saluran diplomasi masih terbuka.
Namun, menurut laporan Reuters, saat ini belum ada pembicaraan aktif antara kedua pemerintah di tingkat menteri maupun pejabat terkait perdagangan.
Mark Carney sebelumnya mengatakan Kanada tetap terbuka untuk kesepakatan perdagangan yang menguntungkan kedua negara.
Artinya, perang dagang belum tentu berlangsung tanpa akhir.
Masalahnya adalah kapan kedua negara kembali menemukan titik temu.
Kanada Hadapi Risiko Ekonomi Besar
Kanada memang memiliki alasan untuk melawan kebijakan tarif AS.
Namun, Kanada juga sangat bergantung pada pasar Amerika.
Data perdagangan menunjukkan hampir 68% ekspor Kanada menuju AS tahun ini. Kondisi tersebut membuat konflik berkepanjangan dapat memberikan tekanan terhadap investasi dan pertumbuhan ekonomi Kanada.
Para pelaku usaha kini harus menghadapi ketidakpastian yang lebih tinggi.
Jika tarif bertahan lama, perusahaan dapat mulai mencari pasar alternatif.
Pemerintah Kanada sendiri telah mendorong diversifikasi ekonomi agar ketergantungan terhadap pasar AS dapat dikurangi.
Perang Dagang Kembali Jadi Ancaman Ekonomi Global
Konflik perdagangan Kanada dan AS bukan hanya persoalan dua negara.
Kanada dan AS merupakan bagian penting dari rantai pasok Amerika Utara.
Perubahan tarif dapat memengaruhi produsen, eksportir, importir, hingga konsumen.
Jika ketegangan semakin besar, perusahaan dapat menunda investasi karena sulit memperkirakan biaya produksi dan akses pasar.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena ekonomi global juga sedang menghadapi ketidakpastian dari konflik geopolitik dan perubahan kebijakan perdagangan.
Kesimpulan
Kanada resmi membalas tarif AS mulai 8 September 2026. Tarif tersebut menyasar barang Amerika senilai sekitar US$20 miliar dengan tingkat pungutan 15%, 25%, dan 50%.
Langkah Ottawa merupakan respons terhadap tarif AS yang sebelumnya dikenakan terhadap produk Kanada.
Pemerintah Kanada juga menyiapkan paket bantuan C$7,5 miliar untuk pekerja dan perusahaan yang terdampak.
Kini perhatian tertuju pada langkah berikutnya dari Washington dan Ottawa.
Jika negosiasi tidak segera kembali berjalan, perang dagang Kanada-AS berpotensi semakin panjang dan menekan dunia usaha di kedua negara.