
WASHINGTON — Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth kembali berada di bawah tekanan politik setelah Senator Republik Thom Tillis meminta Presiden Donald Trump mengganti dirinya sebagai kepala Pentagon. Desakan itu muncul setelah Menteri Angkatan Darat AS Dan Driscoll mengundurkan diri di tengah ketegangan yang dilaporkan terjadi dengan Hegseth.
Judul awal yang menyebut Hegseth “terancam dimakzulkan” perlu diberi konteks. Memang, anggota DPR dari Partai Demokrat telah mengajukan pasal-pasal pemakzulan terhadap Hegseth pada April 2026, tetapi proses tersebut belum menghasilkan pemakzulan. Saat ini, tekanan terbaru justru datang dari seruan agar Trump memecat atau mengganti Hegseth.
Desakan untuk Mengganti Hegseth Meningkat
Pete Hegseth kembali menghadapi tekanan setelah Tillis, anggota Partai Republik, secara terbuka meminta Trump mencari pemimpin baru di Pentagon.
Tillis sebelumnya mendukung pengangkatan Hegseth. Kini, ia menilai kepemimpinan Pentagon membutuhkan perubahan karena sejumlah pejabat senior telah pergi.
Tillis Kritik Keras Kepemimpinan Hegseth
Tillis menulis bahwa ia belum pernah melihat pengelolaan personel militer yang begitu buruk.
Dalam pernyataannya, Tillis menyebut Hegseth melakukan “inept management” dan meminta Trump mencari pemimpin baru di Pentagon yang mampu mempertahankan serta memberdayakan personel militer berpengalaman.
Pengunduran Diri Dan Driscoll Jadi Pemicu
Tekanan terbaru muncul setelah Dan Driscoll mengundurkan diri sebagai Menteri Angkatan Darat AS.
Reuters melaporkan Driscoll mengajukan pengunduran diri setelah berbulan-bulan mengalami ketegangan dengan Hegseth. Kepergiannya menambah daftar pejabat senior yang meninggalkan Pentagon sejak Hegseth menjabat.
Trump Tunjuk Pelaksana Tugas Baru
Setelah kepergian Driscoll, Trump menunjuk Adam Telle sebagai pejabat pelaksana tugas Menteri Angkatan Darat.
Pengangkatan itu diumumkan pada 3 September 2026. Telle sebelumnya menjabat sebagai asisten menteri Angkatan Darat untuk urusan pekerjaan sipil.
Pentagon Menghadapi Kekosongan Kepemimpinan
Pergantian tersebut membuat struktur kepemimpinan Angkatan Darat kembali menjadi sorotan.
AP melaporkan Angkatan Darat kini kehilangan pemimpin sipil dan militer yang telah mendapat konfirmasi Senat pada posisi-posisi puncak.
Kondisi tersebut menjadi alasan anggota Kongres meminta evaluasi terhadap gaya kepemimpinan Hegseth.
Banyak Pejabat Senior Pergi
CBS News melaporkan setidaknya 20 jenderal, laksamana, dan pejabat sipil pertahanan telah dipecat atau meninggalkan jabatan sejak Hegseth menjadi menteri pertahanan.
Daftar tersebut mencakup sejumlah pejabat senior dari berbagai cabang militer AS.
Randy George Termasuk yang Disingkirkan
Pada April 2026, Hegseth memaksa Jenderal Randy George, Kepala Staf Angkatan Darat, meninggalkan jabatannya.
Reuters menyebut keputusan tersebut merupakan perubahan personel besar yang sangat jarang terjadi ketika militer sedang berada dalam konflik aktif.
Pergantian Jenderal Memicu Kekhawatiran
Pemecatan George juga mendapat perhatian karena ia masih memiliki waktu lebih dari satu tahun sebelum masa jabatannya berakhir.
Washington Post mencatat hanya sedikit pemimpin militer senior yang masih bertahan dari jajaran ketika Hegseth mulai menjabat pada awal 2025.
Driscoll Dikenal Mendorong Modernisasi
Dan Driscoll sebelumnya dikenal mendukung modernisasi Angkatan Darat.
Ia mendorong penggunaan teknologi baru, pengadaan senjata yang lebih cepat, serta pengembangan kemampuan drone untuk menghadapi pola perang modern.
Konflik soal Arah Modernisasi
Ketegangan antara Driscoll dan Hegseth dilaporkan berkaitan dengan arah reformasi militer.
Sejumlah laporan menyebut Hegseth melakukan perubahan besar pada struktur kepemimpinan ketika Angkatan Darat sedang berusaha menyesuaikan diri dengan ancaman baru seperti perang drone.
Isu Drone Ikut Disorot
Perang di Ukraina dan konflik di Iran memperlihatkan pentingnya drone serta sistem senjata tanpa awak.
Karena itu, beberapa pejabat militer khawatir perubahan kepemimpinan yang terlalu cepat dapat mengganggu program modernisasi Angkatan Darat.
Hegseth Juga Hadapi Polemik Signal
Kontroversi besar lain berasal dari kasus Signal.
Inspektur Jenderal Departemen Pertahanan AS menyimpulkan bahwa penggunaan telepon pribadi dan aplikasi Signal untuk mengirim informasi operasional sensitif melanggar kebijakan Pentagon dan menimbulkan risiko terhadap keamanan operasi.
Informasi Serangan Militer Jadi Sorotan
Kasus tersebut dikenal luas sebagai Signalgate.
Laporan pengawas Pentagon menyatakan Hegseth menggunakan perangkat pribadi untuk menyampaikan informasi nonpublik yang sensitif. Penggunaan aplikasi yang tidak disetujui juga dinilai bertentangan dengan aturan Departemen Pertahanan.
Ada Masalah Pencatatan Dokumen
Temuan pengawas tidak hanya terkait keamanan informasi.
Hegseth juga dikritik karena tidak menyimpan komunikasi Signal sebagai catatan resmi sesuai aturan pencatatan pemerintah federal.
Pemakzulan Pernah Diajukan
Tekanan politik terhadap Hegseth sebenarnya bukan hal baru.
Pada 15 April 2026, sejumlah anggota DPR dari Partai Demokrat mengajukan enam pasal pemakzulan terhadap Hegseth. Resolusi tersebut kemudian dirujuk ke Komite Kehakiman DPR.
Apa Isi Pasal Pemakzulan?
Menurut CBS, enam tuduhan tersebut meliputi perang terhadap Iran tanpa otorisasi Kongres, pelanggaran hukum konflik bersenjata, penanganan informasi militer sensitif, penghalangan pengawasan Kongres, penyalahgunaan kekuasaan, dan perilaku yang dianggap mencoreng Departemen Pertahanan.
Tuduhan tersebut merupakan posisi para pengusul dan bukan putusan pengadilan.
Shri Thanedar Pernah Ajukan Pemakzulan
Sebelum resolusi April, anggota DPR Shri Thanedar juga mengajukan pasal pemakzulan terhadap Hegseth pada Desember 2025.
Dokumen pemerintah AS mencatat resolusi Thanedar diajukan ke Komite Kehakiman DPR dan tidak menjadi pemakzulan yang selesai.
Mengapa Pemakzulan Sulit Berhasil?
Pemakzulan pejabat kabinet membutuhkan dukungan politik yang besar.
Pada proses 2026, DPR masih dikuasai Partai Republik. Axios menilai upaya pemakzulan Hegseth menghadapi peluang keberhasilan yang sangat kecil tanpa dukungan luas dari Partai Republik.
Tekanan dari Partai Republik Lebih Berbahaya
Karena itu, seruan dari Tillis menjadi perkembangan penting.
Kritik dari seorang senator Republik menunjukkan tekanan terhadap Hegseth tidak hanya berasal dari oposisi Demokrat. Beberapa anggota Partai Republik juga mulai mempertanyakan gaya kepemimpinannya.
Don Bacon Ikut Mengkritik
Anggota DPR Republik Don Bacon juga menyampaikan keraguan terhadap Hegseth.
Dalam wawancara CNN, Bacon mengatakan ia tidak menganggap Hegseth sebagai pilihan untuk masuk dalam timnya dan menilai kepemimpinannya bermasalah dalam sejumlah hal.
Kontroversi di Media Sosial
Hegseth juga mendapat kritik setelah mengunggah foto yang dianggap mengejek penampilan peserta program kadet muda Kanada.
The Guardian melaporkan kritik muncul karena peserta tersebut merupakan remaja dalam program pendidikan dan kepemimpinan militer, bukan personel militer aktif.
Kebijakan Testosteron Kembali Dipersoalkan
Pada September 2026, Pentagon juga sementara mencabut pedoman pemeriksaan testosteron bagi anggota militer.
Reuters melaporkan kebijakan tersebut sebelumnya diumumkan Hegseth, tetapi kemudian ditarik sementara untuk pembaruan setelah muncul pertanyaan dari kalangan medis mengenai dasar ilmiahnya.
Hegseth Tetap Membela Kebijakannya
Meski menghadapi berbagai kritik, Hegseth masih mendapat dukungan dari Presiden Trump.
Pentagon juga terus menegaskan bahwa perubahan personel dan kebijakan dilakukan untuk meningkatkan kesiapan militer serta memperkuat efektivitas Departemen Pertahanan.
Trump Belum Memecat Hegseth
Sampai perkembangan terbaru yang tersedia, Trump belum mengumumkan pemecatan Hegseth.
Sebaliknya, Gedung Putih tetap mempertahankan dukungan terhadap kepemimpinan Pentagon, meskipun tekanan dari sejumlah anggota Kongres meningkat.
Pentagon Berada di Tengah Perang
Situasi ini menjadi semakin serius karena Amerika Serikat masih menjalankan operasi militer di Timur Tengah.
AP mencatat perubahan kepemimpinan Angkatan Darat terjadi ketika AS menghadapi tuntutan operasional besar dan kekurangan sejumlah sistem pertahanan penting.
Kekhawatiran soal Kesiapan Militer
Kritik utama terhadap Hegseth bukan hanya soal gaya komunikasi.
Sejumlah pejabat dan anggota Kongres khawatir pergantian pemimpin yang terlalu banyak dapat mengganggu kesinambungan perencanaan, kesiapan pasukan, dan modernisasi militer.
Hegseth Mengubah Pentagon Secara Agresif
Sejak menjabat, Hegseth menjalankan perubahan besar dalam struktur Departemen Pertahanan.
Ia menekankan konsep “warrior ethos” dan peningkatan kemampuan tempur. Namun, para pengkritik berpendapat pendekatan tersebut terlalu sering disertai konflik politik dan perubahan personel.
Kontroversi Tidak Otomatis Berarti Bersalah
Penting untuk membedakan antara tuduhan, kritik politik, dan pelanggaran yang telah terbukti.
Sebagian tuduhan terhadap Hegseth berasal dari anggota Kongres yang menginginkan pemakzulan. Sementara dalam kasus Signal, terdapat temuan resmi inspektur jenderal mengenai pelanggaran kebijakan tertentu.
Status Pemakzulan Masih Tidak Pasti
Tidak ada informasi terbaru yang menunjukkan Kongres telah memakzulkan Hegseth.
Resolusi pemakzulan yang diajukan sebelumnya masih tercatat sebagai resolusi yang masuk ke Komite Kehakiman.
Karena itu, istilah “terancam dimakzulkan” harus digunakan dengan hati-hati.
Ancaman Terdekat Justru Pencopotan
Perkembangan paling nyata saat ini adalah seruan agar Trump memecat Hegseth.
Tillis menjadi salah satu suara Republik paling keras yang meminta perubahan kepemimpinan Pentagon setelah serangkaian kepergian pejabat senior.
Masa Depan Hegseth Bergantung pada Trump
Hegseth masih memegang jabatan karena Trump tetap mendukungnya.
Selama Presiden mempertahankan dukungan politik tersebut, peluang pemecatan langsung tetap menjadi keputusan Gedung Putih.
Kongres Akan Terus Mengawasi
Namun, tekanan dari Kongres kemungkinan belum selesai.
Pergantian pejabat senior, kesiapan militer, program modernisasi, dan kontroversi kebijakan akan menjadi isu yang terus diperiksa oleh anggota parlemen.
Kesimpulan
Pete Hegseth kembali menghadapi tekanan politik besar di Amerika Serikat. Senator Republik Thom Tillis secara terbuka meminta Presiden Donald Trump mencari pemimpin baru untuk Pentagon setelah Menteri Angkatan Darat Dan Driscoll mengundurkan diri di tengah ketegangan dengan Hegseth.
Hegseth juga memiliki rekam kontroversi yang panjang. Salah satu yang paling serius adalah kasus Signal, ketika inspektur jenderal Pentagon menyimpulkan bahwa penggunaan perangkat pribadi dan aplikasi Signal untuk mengirim informasi operasional sensitif melanggar kebijakan serta menimbulkan risiko terhadap keamanan operasi.
Selain itu, sejumlah anggota DPR Demokrat telah mengajukan pasal pemakzulan terhadap Hegseth pada April 2026. Tuduhan mereka mencakup perang tanpa otorisasi Kongres, pelanggaran hukum konflik bersenjata, penanganan informasi sensitif, penyalahgunaan kekuasaan, dan beberapa persoalan lainnya. Namun, resolusi tersebut belum membuat Hegseth kehilangan jabatannya.
Karena itu, Hegseth memang pernah menghadapi upaya pemakzulan, tetapi belum dimakzulkan. Perkembangan terbaru justru menunjukkan tekanan berupa seruan pencopotan dari anggota Partai Republik sendiri.
Bagi Pentagon, persoalan yang lebih besar adalah dampak pergantian pejabat terhadap kesiapan militer dan modernisasi Angkatan Darat. Dengan operasi AS di Timur Tengah yang masih berlangsung, stabilitas kepemimpinan Pentagon menjadi semakin penting.