
SORONG – Di tengah tantangan akses air bersih yang masih dirasakan sebagian masyarakat di Papua Barat Daya, sebuah inovasi membawa perubahan nyata. Melalui Program Peri Berdaya, Pertamina EP Papua Field mengolah air sungai menjadi air yang layak digunakan dan menyalurkannya kepada masyarakat di sekitar wilayah operasinya.
Program ini bukan sekadar membangun fasilitas. Lebih dari itu, Peri Berdaya mengusung konsep pemberdayaan masyarakat, agar warga ikut terlibat dalam pengelolaan dan keberlanjutan sarana air bersih. Inovasi pengolahan air yang dikembangkan Pertamina EP Papua Field menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang sebelumnya menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih.
Dari air sungai yang keruh, kini mengalir harapan baru ke rumah-rumah warga.
💧 Dari Sungai Menjadi Sumber Kehidupan
Air merupakan kebutuhan mendasar bagi setiap keluarga. Namun, bagi masyarakat di sejumlah kampung di Distrik Klamono dan Distrik Klasafet, Kabupaten Sorong, akses terhadap air bersih pernah menjadi persoalan yang tidak sederhana.
Melalui Program Peningkatan Sarana Air Bersih Berbasis Pemberdayaan Masyarakat atau Peri Berdaya, Pertamina EP Papua Field menerapkan inovasi pengolahan air sungai. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah BITERNAL (Biosand Water Filter Komunal dengan Bak Sedimentasi), yaitu sistem filtrasi yang memanfaatkan bak sedimentasi dan penyaring komunal untuk membantu meningkatkan kualitas air baku dari sungai.
Program ini telah berjalan sejak 2018 di Kabupaten Sorong dan dirancang untuk meningkatkan kualitas kesehatan serta memudahkan masyarakat memperoleh akses air bersih. Air yang dihasilkan dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari dan juga mendukung aktivitas masyarakat di sekitar Klamono.
🚰 Water Treatment Portable, Air Bersih Mengalir untuk Warga
Pengembangan program juga dilakukan melalui inovasi Water Treatment Portable, yang mengolah air baku menjadi air yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Data dokumentasi program pada 2024 mencatat Peri Berdaya melalui inovasi Water Treatment Portable menyediakan akses air bersih bagi 1.808 kepala keluarga atau 7.232 jiwa di empat kampung yang berada di Distrik Klasafet dan Distrik Klamono, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.
Sementara laporan terbaru dari Pertamina Hulu Energi menyebut inovasi water treatment portable tersebut terus menghadirkan akses air layak bagi sekitar 200 kepala keluarga di kampung-kampung Distrik Klasafet.
Angka tersebut menggambarkan satu hal penting:
Akses terhadap air bersih bukan lagi sekadar impian bagi banyak keluarga.
Air yang sebelumnya sulit diperoleh kini dapat lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
🌧️ Saat Musim Kemarau, Air Bersih Menjadi Persoalan Serius
Tantangan air bersih semakin terasa ketika musim kemarau tiba.
Warga di sejumlah kampung sebelumnya bergantung pada air hujan yang ditampung saat musim penghujan atau mengambil air dari sumber yang lokasinya jauh. Ketika curah hujan menurun, persediaan air bersih pun menjadi semakin terbatas. Kondisi air sungai yang keruh juga menambah tantangan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
Situasi inilah yang membuat kehadiran fasilitas pengolahan dan distribusi air memiliki arti besar.
Sebab, air bukan hanya soal minum.
Air dibutuhkan untuk:
- memasak;
- mandi;
- mencuci;
- menjaga kebersihan;
- kebutuhan sanitasi;
- hingga mendukung kegiatan ekonomi keluarga.
Ketika akses air membaik, kualitas kehidupan masyarakat pun berpeluang ikut meningkat.
🤝 Bukan Sekadar Bantuan, Warga Didorong Mandiri
Salah satu kekuatan utama Program Peri Berdaya adalah pendekatan pemberdayaan.
Pertamina EP Papua Field tidak hanya menghadirkan sarana, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan dan pemeliharaan sistem air bersih.
Dalam pengembangan distribusi air bersih ke sejumlah kampung, PEP Papua bersama masyarakat merencanakan pembangunan bak penampung serta jaringan distribusi. Kelembagaan di tingkat kampung juga didorong untuk mengelola dan merawat jaringan air agar manfaat program dapat berkelanjutan.
Langkah ini sangat penting.
Sebuah fasilitas mungkin dapat dibangun dalam waktu singkat.
Namun, menjaga fasilitas agar terus berfungsi membutuhkan keterlibatan masyarakat.
Di sinilah makna “berdaya” dalam Peri Berdaya menjadi nyata.
Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga didorong menjadi bagian dari keberlanjutan program.
🏡 Perubahan Terasa dalam Kehidupan Sehari-hari
Perubahan besar terkadang dimulai dari sesuatu yang sederhana.
Sebuah keran yang mengalir.
Air bersih untuk mencuci.
Anak-anak yang tidak lagi harus melihat keluarganya bersusah payah mencari air.
Laporan mengenai program ini menggambarkan bagaimana fasilitas air bersih membawa perubahan dalam kehidupan warga. Di Distrik Klasafet, anak-anak dapat menikmati air bersih yang tersedia lebih dekat dengan permukiman, menjadi gambaran perubahan dari kondisi keterbatasan akses sebelumnya.
Bagi masyarakat perkotaan, membuka keran mungkin menjadi hal biasa.
Namun, bagi wilayah yang pernah menghadapi keterbatasan sumber air layak, air yang mengalir dapat menjadi simbol perubahan hidup.
🔬 Teknologi untuk Menjawab Masalah Masyarakat
Program Peri Berdaya memperlihatkan bagaimana inovasi teknologi dapat digunakan untuk menjawab persoalan nyata.
Sistem BITERNAL dirancang sebagai inovasi filtrasi air sungai dengan penggunaan biosand water filter komunal dan bak sedimentasi. Penerapan tersebut disebut sebagai inovasi pengolahan air sungai di Distrik Klamono dan Distrik Klasafet yang membantu mempercepat proses peningkatan kualitas air.
Selain itu, pengembangan sistem pengolahan air dilakukan dengan menyesuaikan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa teknologi tidak harus selalu hadir dalam bentuk yang rumit.
Teknologi yang paling berarti adalah teknologi yang mampu menyelesaikan masalah.
Dan bagi masyarakat yang membutuhkan air bersih, teknologi pengolahan air dapat menjadi bagian penting dari solusi.
🌱 Sejalan dengan Pembangunan Berkelanjutan
Penyediaan sarana air bersih melalui Peri Berdaya juga dikaitkan dengan pencapaian sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs.
Pertamina EP Papua Field menyebut program tersebut mendukung antara lain:
- SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera;
- SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak;
- SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan;
- SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh;
- SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Artinya, dampak program tidak hanya diukur dari berapa liter air yang dihasilkan.
Ada dampak yang lebih luas:
kesehatan masyarakat, penghematan biaya, peningkatan kualitas hidup, dan penguatan kapasitas warga.
🏆 Program yang Mendapat Perhatian
Peri Berdaya juga tercatat sebagai salah satu program yang memperoleh pengakuan.
Dalam laporan keberlanjutan Pertamina Hulu Energi, PEP Papua Field disebut meraih penghargaan kategori Great Practice in The Best Practice melalui Program Peri Berdaya pada Global CSR Award 2024 di Taiwan.
Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan berdampingan dengan aktivitas industri.
Bagi Pertamina EP Papua Field, menjalankan operasi di wilayah Papua tidak hanya berkaitan dengan produksi migas.
Ada pula upaya untuk memberikan dampak sosial kepada masyarakat sekitar.
🔥 Energi yang Tak Hanya Mengalir dari Sumur Minyak
Pertamina EP Papua Field memang menjalankan peran penting dalam mendukung produksi migas nasional.
Pada Juni 2026, misalnya, perusahaan mencatat hasil uji produksi awal sebesar 623 barel minyak per hari dari Sumur Pengembangan Salawati SLW-F2X di Kabupaten Sorong.
Namun, di tengah aktivitas energi tersebut, Program Peri Berdaya memperlihatkan sisi lain dari makna energi.
Energi juga dapat berarti perubahan.
Perubahan dari keterbatasan menjadi akses.
Dari air sungai yang sulit dimanfaatkan menjadi sumber air yang diolah.
Dan dari ketergantungan menjadi pemberdayaan.
💬 Air Bersih, Senyum Baru, dan Harapan untuk Masa Depan
Di balik pipa, tangki, dan teknologi pengolahan air, terdapat cerita tentang kehidupan masyarakat.
Ada keluarga yang membutuhkan air setiap hari.
Ada anak-anak yang tumbuh di tengah keterbatasan.
Ada warga yang harus menghadapi musim kemarau dengan kekhawatiran akan ketersediaan air.
Karena itu, ketika air bersih mulai mengalir, yang berubah bukan hanya kondisi sebuah fasilitas.
Rutinitas kehidupan masyarakat pun ikut berubah.
Program Peri Berdaya menjadi contoh bahwa penyelesaian persoalan sosial membutuhkan kolaborasi.
Pemerintah.
Perusahaan.
Masyarakat.
Dan berbagai pemangku kepentingan perlu bergerak bersama agar manfaat yang dihasilkan dapat terus bertahan.
✨ Dari Setetes Air Menjadi Harapan yang Mengalir
Program Peri Berdaya yang dijalankan Pertamina EP Papua Field memperlihatkan bahwa sebuah inovasi dapat memberikan dampak nyata ketika menjawab kebutuhan paling mendasar masyarakat.
Melalui pengolahan air sungai, pembangunan sarana distribusi, serta pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaannya, akses air bersih terus diperluas di wilayah Klasafet dan Klamono, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.
Bagi sebagian orang, air bersih mungkin hanya berarti air yang keluar dari keran.
Namun bagi masyarakat yang pernah menghadapi kesulitan mendapatkannya, setiap tetes air bisa berarti kesehatan, kenyamanan, waktu, dan harapan.
Lewat Peri Berdaya, Pertamina EP Papua Field membuktikan bahwa pembangunan tidak selalu harus dimulai dari proyek yang besar dan megah.
Kadang, perubahan terbesar justru dimulai dari sesuatu yang paling sederhana: memastikan air bersih bisa mengalir ke rumah-rumah warga.