
JAKARTA – Israel disebut terkejut melihat kecepatan Iran memulihkan kemampuan militernya setelah perang pada 2026. Salah satu perhatian utama Israel kini tertuju pada kemampuan Iran membangun kembali kekuatan rudal balistik.
Laporan tersebut mengungkap bahwa sejumlah pejabat pertahanan Israel menilai pemulihan Iran berlangsung jauh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Perkembangan ini kembali menjadi perhatian karena rudal balistik merupakan salah satu kemampuan militer utama Teheran.
Iran Pulihkan Produksi Rudal Balistik
Menurut laporan The Jerusalem Post, pejabat militer dan intelijen Israel melihat perkembangan yang mengejutkan dalam proses pemulihan militer Iran.
Pemulihan tersebut tidak hanya terjadi pada satu sektor. Perkembangan juga terlihat pada sejumlah kemampuan militer Iran, termasuk ancaman rudal balistik.
Kondisi ini menjadi perhatian karena sebelumnya Israel memperkirakan serangan militer telah membuat kemampuan industri pertahanan Iran mundur selama beberapa tahun.
Namun, beberapa bulan setelah perang berakhir, Iran justru menunjukkan kemampuan untuk kembali membangun sejumlah sistem militernya.
Israel Sebelumnya Juga Salah Memperkirakan
Kecepatan pemulihan Iran bukan pertama kali membuat Israel terkejut.
Setelah serangan terhadap sekitar 20 target penting yang berkaitan dengan rudal balistik dan industri militer Iran pada Oktober 2024, Israel sebelumnya memperkirakan produksi rudal Iran akan tertunda setidaknya satu tahun.
Namun, pada awal 2025, produksi rudal Iran dilaporkan kembali mencapai tingkat tinggi. Israel kemudian melakukan serangan yang lebih besar terhadap sekitar 100 target rudal dan industri militer pada Juni 2025.
Saat itu, Israel kembali menilai produksi rudal Iran dapat tertunda selama beberapa tahun.
Jumlah Rudal Iran Kembali Menjadi Perhatian
Perkembangan produksi rudal Iran juga terlihat dari perubahan perkiraan persediaan rudalnya.
Laporan yang dikutip sejumlah media menyebut perkiraan jumlah rudal Iran meningkat dari sekitar 1.300 rudal pada Juni 2025 menjadi sekitar 2.500 rudal pada Februari 2026.
Angka tersebut menjadi salah satu alasan mengapa kemampuan Iran membangun kembali persenjataannya menjadi perhatian serius bagi Israel.
Pertanyaan yang kini muncul bukan hanya berapa banyak rudal yang masih dimiliki Iran. Kecepatan Iran memproduksi rudal baru juga menjadi faktor penting dalam menghitung ancaman militer ke depan.
Serangan Besar Belum Menghentikan Pemulihan Iran
Dalam perang 2026, Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menyerang lebih dari 2.600 target yang berkaitan dengan rudal dan industri militer Iran.
Serangan tersebut dilakukan dalam perang yang berlangsung sekitar 40 hari. Secara keseluruhan, Amerika Serikat dan Israel disebut melakukan sekitar 30.000 serangan terhadap Iran.
Israel sebelumnya menilai serangan tersebut telah memberikan kerusakan besar terhadap industri militer Iran.
Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Iran masih mampu memusatkan sumber daya untuk membangun kembali sejumlah kemampuan militer yang dianggap penting.
Iran Disebut Menemukan Cara Mempercepat Pemulihan
Pejabat pertahanan Israel kini disebut mengakui bahwa Iran menemukan sejumlah cara untuk memulihkan kemampuan militernya.
Pemulihan tersebut dilakukan meskipun sebagian besar wilayah dan infrastruktur Iran masih mengalami kerusakan akibat perang.
Laporan The Jerusalem Post juga menyebut adanya informasi bahwa Iran kembali memproduksi senjata baru dengan kecepatan yang lebih tinggi daripada perkiraan sebelumnya.
Perkembangan itu membuat Israel harus memperbarui perhitungan mengenai kemampuan militer Iran.
Produksi Rudal Jadi Faktor Penting
Jika Iran mampu mempertahankan produksi rudal balistik dalam jumlah besar setiap bulan, persediaannya dapat kembali meningkat dalam beberapa tahun mendatang.
Salah satu laporan menyebut produksi sekitar 100 hingga 300 rudal per bulan berpotensi membuat persediaan Iran kembali ke tingkat tertentu pada 2027. Namun, angka tersebut merupakan proyeksi, bukan jumlah produksi yang telah dikonfirmasi secara independen.
Karena itu, kemampuan Iran membangun kembali rudal menjadi salah satu faktor yang terus dipantau Israel.
Israel Terus Memantau Pergerakan Iran
Militer Israel mengakui bahwa serangan yang dilakukan telah merusak sejumlah komponen penting kemampuan militer Iran.
Namun, Israel juga menyatakan terus memantau upaya Iran untuk memperbaiki dan membangun kembali kemampuan tersebut. Militer Israel tidak memberikan perkiraan spesifik mengenai kecepatan produksi rudal Iran karena alasan keamanan dan perlindungan sumber informasi.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa konflik Israel dan Iran belum sepenuhnya berakhir dari sisi persaingan kemampuan militer.
Bagi Israel, kemampuan Iran memulihkan produksi rudal dalam waktu singkat menjadi tantangan baru. Sementara bagi Iran, kemampuan membangun kembali kekuatan militernya menjadi faktor penting dalam menghadapi kemungkinan ketegangan berikutnya.