
KYIV – Inggris dan Prancis memperkuat dukungan militer untuk Ukraina di tengah meningkatnya serangan Rusia. Dukungan terbaru mencakup teknologi rudal, percepatan pengiriman rudal pertahanan udara, serta kerja sama untuk meningkatkan kemampuan industri pertahanan Ukraina.
Komitmen tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Ukraina ke-35 pada 24 Agustus 2026. Sejumlah pemimpin Eropa berkumpul di Kyiv untuk menunjukkan dukungan terhadap Ukraina.
Langkah Inggris dan Prancis menunjukkan bahwa dukungan Eropa terhadap Ukraina tidak hanya berfokus pada pengiriman senjata. Negara-negara tersebut juga mulai membantu Kyiv memperkuat kemampuan produksi pertahanannya sendiri.
Inggris Buka Akses Teknologi Rudal untuk Ukraina
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengumumkan bahwa negaranya akan membantu Ukraina memproduksi rudal jelajah jarak jauh secara mandiri.
Inggris mengizinkan perusahaan pertahanan MBDA membagikan informasi teknis rahasia mengenai komponen rudal SCALP, yang dikenal sebagai Storm Shadow di Inggris. Teknologi tersebut akan membantu Ukraina mengembangkan kemampuan produksi rudal di dalam negeri.
Langkah ini menjadi perubahan penting dalam bentuk dukungan Inggris. Ukraina tidak hanya menerima persenjataan dari luar negeri, tetapi juga mendapat akses terhadap teknologi yang dapat membantu meningkatkan kapasitas industri pertahanannya.
Rudal Storm Shadow Jadi Perhatian
Storm Shadow merupakan rudal jelajah yang dikembangkan melalui kerja sama Inggris dan Prancis. Rudal tersebut dirancang untuk menyerang target tetap dari jarak jauh.
Menurut laporan AP, rudal tersebut memiliki jangkauan lebih dari 250 kilometer. Namun, bantuan teknologi terbaru Inggris tidak berarti Ukraina langsung memiliki rudal baru dalam jumlah besar. Proses produksi membutuhkan waktu dan diperkirakan belum menghasilkan kemampuan operasional penuh sebelum 2027.
Karena itu, dukungan teknologi tersebut lebih berkaitan dengan kemampuan pertahanan Ukraina dalam jangka panjang.
Prancis Percepat Pengiriman Rudal Pencegat
Sementara itu, Prancis memperkuat dukungan untuk pertahanan udara Ukraina.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan komitmennya untuk mempercepat pengiriman peralatan dan rudal pencegat kepada Ukraina. Sistem tersebut diperlukan untuk menghadapi serangan rudal dan drone Rusia.
Prancis juga sebelumnya berkomitmen meningkatkan kemampuan pertahanan udara Ukraina melalui sistem SAMP/T dan rudal pencegat yang digunakan dalam sistem tersebut.
Dukungan tersebut menjadi penting karena Ukraina menghadapi kebutuhan besar terhadap rudal pertahanan udara.
Ukraina Hadapi Serangan Rudal dan Drone
Dukungan Eropa datang ketika Rusia terus melancarkan serangan udara terhadap Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyampaikan bahwa negaranya menghadapi kekurangan rudal pencegat untuk melindungi wilayah udara.
Karena itu, Kyiv meminta negara-negara sekutu mempercepat pengiriman sistem pertahanan udara, terutama untuk menghadapi rudal balistik dan serangan drone Rusia.
Kondisi tersebut membuat pertahanan udara menjadi salah satu kebutuhan utama Ukraina.
Inggris Minta Sekutu Perkuat Pertahanan Udara
Andy Burnham juga menyerukan kepada negara-negara sekutu agar meningkatkan dukungan untuk pertahanan udara Ukraina.
Dalam pertemuan Coalition of the Willing, Burnham meminta negara-negara anggota menggunakan sebagian cadangan pertahanan udara mereka untuk membantu Ukraina menghadapi serangan Rusia.
Ia juga mendorong peningkatan sanksi terhadap ekspor minyak dan LNG Rusia sebagai bagian dari tekanan ekonomi terhadap Moskow.
Rusia Kritik Dukungan Inggris
Keputusan Inggris membantu Ukraina mengembangkan kemampuan rudal mendapat reaksi keras dari Rusia.
Kremlin menilai transfer teknologi militer tersebut dapat memperburuk konflik. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov juga menyebut langkah Inggris sebagai bentuk peningkatan keterlibatan London dalam perang.
Rusia bahkan memperingatkan bahwa fasilitas produksi rudal Ukraina dapat menjadi sasaran.
Pemerintah Inggris tetap mempertahankan dukungannya terhadap Ukraina dan menyatakan akan terus membantu Kyiv menghadapi invasi Rusia.
Eropa Mulai Perkuat Industri Pertahanan Ukraina
Dukungan Inggris dan Prancis memperlihatkan perubahan dalam pola bantuan militer kepada Ukraina.
Sebelumnya, fokus utama negara-negara Barat adalah mengirim senjata dan amunisi. Kini, sebagian dukungan mulai diarahkan untuk membantu Ukraina meningkatkan produksi senjata di dalam negeri.
Kemampuan produksi domestik dinilai dapat mengurangi ketergantungan Ukraina terhadap pasokan senjata dari negara lain.
Namun, proses tersebut membutuhkan investasi, teknologi, fasilitas produksi, dan waktu.
Uni Eropa Tambah Dana Pertahanan Ukraina
Dukungan terhadap Ukraina juga datang dari Uni Eropa.
Komisi Eropa pada 24 Agustus menyetujui tambahan dana sebesar 6,1 miliar euro untuk membantu Ukraina memperoleh sistem pertahanan baru, termasuk pertahanan udara, rudal, amunisi, dan radar.
Bantuan tersebut menambah total rencana pengadaan pertahanan yang sebelumnya telah disetujui Uni Eropa.
Langkah ini menunjukkan bahwa dukungan Eropa terhadap Ukraina tetap berjalan meskipun perang memasuki tahun kelima.
Ukraina Tetap Mendorong Perdamaian
Di tengah peningkatan bantuan militer, Presiden Volodymyr Zelenskyy tetap menyatakan bahwa Ukraina menginginkan perdamaian.
Namun, Kyiv menegaskan bahwa perdamaian harus disertai jaminan keamanan dan tidak berarti menyerah kepada Rusia.
Pemerintah Ukraina juga terus meminta dukungan internasional untuk memperkuat posisi mereka dalam menghadapi Rusia.
Dukungan Inggris dan Prancis Makin Strategis
Dukungan Inggris dan Prancis kini mencakup dua kebutuhan utama Ukraina.
Pertama, pertahanan udara untuk menghadapi serangan rudal dan drone. Kedua, kemampuan produksi rudal jarak jauh untuk memperkuat industri pertahanan dalam negeri.
Fokus tersebut menunjukkan bahwa negara-negara Eropa mulai mempersiapkan dukungan Ukraina untuk kebutuhan jangka panjang.