JAKARTA – Pegolf muda Thailand mendominasi MCGJWC 2026, sementara sejumlah wakil Indonesia mencatat hasil impresif. Parin Sarasmut menjadi juara kategori Boys Division, sedangkan Kanyarak Pongpithanon merebut gelar Girls Division.
Putaran final Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship berlangsung di Damai Indah Golf, PIK Course, Jakarta, pada Jumat, 12 Juni 2026. Kejuaraan tersebut digelar selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Juni 2026.
Parin mengakhiri turnamen dengan total 204 pukulan atau 12 di bawah par. Kanyarak menjadi juara putri setelah membukukan 208 pukulan atau delapan di bawah par. Keberhasilan keduanya membuat Thailand menguasai gelar individu utama MCGJWC tahun ini.
Parin Sarasmut Juara Boys Division
Parin Sarasmut tampil konsisten selama tiga putaran. Pegolf Thailand itu mencatat skor 68, 65, dan 71 untuk mengumpulkan total 204 pukulan.
Ia unggul tiga pukulan atas tiga pemain yang berbagi posisi kedua. Mereka adalah Shinichi Suzuki dari Filipina, Daichi Hayashi dari Jepang, dan Jaehyun Park dari Korea Selatan. Ketiganya menyelesaikan turnamen dengan 207 pukulan atau sembilan di bawah par.
Pegolf Indonesia Eugene Tanyongjaya juga masuk sepuluh besar Boys Division. Eugene menempati peringkat ke-10 setelah membukukan total 215 pukulan atau satu di bawah par.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa wakil Indonesia mampu bersaing di tengah peserta internasional. Namun, Eugene mengakui masih perlu memperbaiki ketenangan dan pengambilan keputusan, terutama ketika menghadapi peluang birdie.
Kanyarak Pongpithanon Menangi Girls Division
Pada kategori putri, Kanyarak Pongpithanon menjadi yang terbaik dengan total 208 pukulan. Ia unggul tiga pukulan atas tiga pegolf yang berbagi posisi kedua.
Jennifer Quinn Effendi dari Indonesia finis di posisi T2 bersama Sarah Sime Li dari Selandia Baru dan Yunju An dari Korea Selatan. Ketiganya mengoleksi 211 pukulan atau lima di bawah par.
Jennifer sempat membuka kompetisi dengan skor 66. Ia kemudian mencatat 71 dan 74 pada dua putaran berikutnya. Meski belum menjadi juara, hasil tersebut tetap menjadi pencapaian penting karena Jennifer baru berusia 13 tahun.
Panitia kemudian memberikan penghargaan Girls Best Promising Indonesian Player kepada Jennifer. Penghargaan serupa pada kategori putra diterima Reicher Santoso sebagai Boys Best Promising Indonesian Player.
Alletta Kahfi Raih Posisi Kedua
Wakil Indonesia lainnya, Alletta Kahfi, tampil baik pada Girls Development Division. Ia menyelesaikan turnamen dengan 223 pukulan atau tujuh di atas par.
Alletta finis di posisi kedua, hanya terpaut dua pukulan dari pegolf Jepang Sumire Andou yang menjadi juara. Sementara itu, Yuna Sasaki dari Jepang menempati posisi ketiga dengan total 224 pukulan.
Pada kategori Boys Development, gelar juara diraih Hosono Yamato dari Jepang. Ia mencatat 220 pukulan atau empat di atas par.
Thailand Juga Juara Beregu
Dominasi Thailand tidak hanya terjadi pada nomor individu. Tim Thailand juga meraih gelar juara beregu setelah mengumpulkan skor 620.
Korea Selatan menempati posisi kedua dengan skor 630. Indonesia berada di peringkat ketiga setelah mencatat skor 648.
Hasil tersebut memperlihatkan kekuatan pembinaan pegolf junior Thailand. Namun, posisi ketiga Indonesia tetap menjadi hasil positif karena persaingan melibatkan banyak negara dengan tradisi golf yang kuat.
MCGJWC 2026 Diikuti 140 Pegolf
MCGJWC 2026 diikuti 140 pegolf muda dari 29 negara. Para peserta datang dari Asia, Eropa, Afrika, Australia, dan kawasan lainnya.
Ajang ini telah berkembang selama lebih dari tiga dekade. MCGJWC awalnya merupakan kompetisi nasional, kemudian naik ke tingkat Asia Tenggara pada 2004, tingkat Asia pada 2006, dan menjadi kejuaraan dunia sejak 2007.
Sejumlah pemain yang pernah mengikuti ajang ini kemudian melanjutkan karier ke level tinggi. Nama-nama tersebut antara lain Patty Tavatanakit, Nasa Hataoka, Pajaree Anannarukarn, dan Taiga Semikawa.
Juara Mendapat Kesempatan Tampil di Turnamen Profesional
Parin Sarasmut sebagai juara putra memperoleh kesempatan tampil di Ciputra Golfpreneur Tournament 2026 yang menjadi bagian dari Asian Development Tour. Sementara itu, Kanyarak Pongpithanon mendapat tiket menuju Indonesia Women’s Open 2027.
Kesempatan tersebut menjadi jembatan penting dari kompetisi junior menuju level profesional. Para pemain muda dapat merasakan tekanan pertandingan yang lebih tinggi sekaligus mengukur kesiapan menghadapi pegolf berpengalaman.
Kemenpora Apresiasi Penyelenggaraan MCGJWC 2026
Kementerian Pemuda dan Olahraga menilai MCGJWC membantu membangun mental bertanding dan menambah jam terbang pegolf muda. Pemerintah berharap turnamen tersebut melahirkan atlet Indonesia yang mampu berprestasi di tingkat dunia.
Turnamen internasional seperti MCGJWC juga memberi manfaat besar bagi pembinaan. Pegolf muda Indonesia dapat menghadapi gaya bermain berbeda tanpa harus selalu mengikuti kompetisi di luar negeri.
Selain kemampuan teknis, mereka belajar mengelola tekanan, menjaga konsistensi, dan mengambil keputusan selama pertandingan. Pengalaman tersebut penting untuk membentuk pemain yang siap bersaing di level senior.
Wakil Indonesia Menunjukkan Potensi Besar
Indonesia memang belum meraih gelar utama pada MCGJWC 2026. Namun, penampilan Jennifer Quinn, Eugene Tanyongjaya, Alletta Kahfi, dan Reicher Santoso memperlihatkan perkembangan positif.
Jennifer mampu bersaing hingga posisi kedua di Girls Division. Eugene menembus sepuluh besar kategori putra, sedangkan Alletta menjadi runner-up Girls Development. Penghargaan pemain potensial juga menunjukkan bahwa kualitas pegolf muda Indonesia mendapat perhatian.
Hasil ini dapat menjadi modal untuk menghadapi turnamen berikutnya. Pembinaan yang teratur, kompetisi berjenjang, serta kesempatan bertanding di level internasional perlu terus diperkuat agar Indonesia mampu melahirkan lebih banyak juara. Cuman di karatetoto login yang gak lelet percaya dengan kami maka adrenalin bermain pemain tidak akan hilang pastinya.